Terpaksa bengong selama hampir 2 jam, mengutuk tante-tante disamping kanan yang datang bersama brondongnya karna sok tau mencoba menganalaisa hubungan gede stage dengan kualitas sound, mensinisi dalam hati beberapa mbak yang make bando devil nyala-nyala yang mungkin menurut mereka berhasil membuat mereka jadi imut padahal jadi amit salah konser lo woi najis, atau ingin menampar ibu 3 anak di depan saya yang dengan entengnya kipas-kipas hingga bau parfumnya yang tajam langsung bikin saya mual adalah beberapa hal tentang nonton sendirian yang tidak saya suka, ditambah lagi sinyal di GBK yang sangat tidak bersahabat sempat membuat saya ingin rasanya pulang saja tadi itu yang untungnya tidaklah jadi saya lakukan.

Karena sebuah video tentang para fans LP diputarkan, para personil LP mulai menampakkan diri, stadion mulai gelap, dan intro sebuah lagu ditampilkan.

Tepat dugaan dan harapan saya beberapa jam sebelum konser dimulai, Papercut adalah pilihan mereka untuk dijadikan lagu pembuka (Fallout ga saya itung, karna instrumetal gitu doang :D). Lagu yang sangat tepat untuk dijadikan pembuka, intro yang catchy dan beat yang asik seketika berhasil memuat saya melupakan kegalauan karna nonton konser ini sendirian. Tak peduli saya sudah dengan sekitar, saya loncat dengan girang dan bernyanyi dengan senang. Namun belum all out tentu saja, saya menyimpan tenaga dan suara untuk beberapa lagu favorit saya lainnya.

Read the rest of this entry »

Advertisements