Terpaksa bengong selama hampir 2 jam, mengutuk tante-tante disamping kanan yang datang bersama brondongnya karna sok tau mencoba menganalaisa hubungan gede stage dengan kualitas sound, mensinisi dalam hati beberapa mbak yang make bando devil nyala-nyala yang mungkin menurut mereka berhasil membuat mereka jadi imut padahal jadi amit salah konser lo woi najis, atau ingin menampar ibu 3 anak di depan saya yang dengan entengnya kipas-kipas hingga bau parfumnya yang tajam langsung bikin saya mual adalah beberapa hal tentang nonton sendirian yang tidak saya suka, ditambah lagi sinyal di GBK yang sangat tidak bersahabat sempat membuat saya ingin rasanya pulang saja tadi itu yang untungnya tidaklah jadi saya lakukan.

Karena sebuah video tentang para fans LP diputarkan, para personil LP mulai menampakkan diri, stadion mulai gelap, dan intro sebuah lagu ditampilkan.

Tepat dugaan dan harapan saya beberapa jam sebelum konser dimulai, Papercut adalah pilihan mereka untuk dijadikan lagu pembuka (Fallout ga saya itung, karna instrumetal gitu doang :D). Lagu yang sangat tepat untuk dijadikan pembuka, intro yang catchy dan beat yang asik seketika berhasil memuat saya melupakan kegalauan karna nonton konser ini sendirian. Tak peduli saya sudah dengan sekitar, saya loncat dengan girang dan bernyanyi dengan senang. Namun belum all out tentu saja, saya menyimpan tenaga dan suara untuk beberapa lagu favorit saya lainnya.

Read the rest of this entry »

Advertisements

Oke mungkin akan saya jelaskan lebih awal kenapa ini review hanya mentok di bintang ketiga. Satu bintang hilang karena Incubus tidak membawakan lagu New Skin, satu lagi bintang hilang karena Incubus tidak membawakan lagu yang menurut saya sangatlah fatal, karna berjudul sama dengan tajuk konser dunianya kali ini, If Not Now, When?. Alasan yang sangat personal memang, karna sepertinya tadi malam itu hanya saya yang meneriakkan “New Skin!! New Skin!” ataupun “If Not now, When?”. Mungkin tak banyak yang menantikan 2 lagu itu, mereka lebih menantikan lagu semacam Anna Molly, Love Hurts, Nice To Know You, ect. Beda dengan saya.

New Skin adalah alasan kenapa saya sangat suka Incubus, S.C.I.E.N.C.E. adalah album mereka yang menurut saya paling keren dan keras, mendengar pertama kali jaman SMP dulu di radio, penasaran siapa yang meracau begitu keren dengan latar musik funk rock keras dengan sentuhan turntable nan apik membuat saya selalu menunggu-nunggu lagu itu muncul lagi di radio, tak lama kemudian saya malah melihat vidklipnya di MTv, yang diambil dari salah satu konsernya, Kilmore yang menggila menggesek turntablenya, Einziger yang begitu fokus ama gitarnya, dan Boyd yang seperti sakau, memejamkan mata sambil menengadah dan memukul2 jembe yang dijepitkan di pahanya . Subhanallah, sebuah kesempurnaan penampilan live, semenjak itulah saya mewajibkan diri setidaknya sekali seumur hidup menonton aksi mereka live, untuk mendengar dan melihat lagu ini dimainkan langsung. Read the rest of this entry »