Linkin Park : A Thousand Sun World Tour 2011

September 22, 2011

Terpaksa bengong selama hampir 2 jam, mengutuk tante-tante disamping kanan yang datang bersama brondongnya karna sok tau mencoba menganalaisa hubungan gede stage dengan kualitas sound, mensinisi dalam hati beberapa mbak yang make bando devil nyala-nyala yang mungkin menurut mereka berhasil membuat mereka jadi imut padahal jadi amit salah konser lo woi najis, atau ingin menampar ibu 3 anak di depan saya yang dengan entengnya kipas-kipas hingga bau parfumnya yang tajam langsung bikin saya mual adalah beberapa hal tentang nonton sendirian yang tidak saya suka, ditambah lagi sinyal di GBK yang sangat tidak bersahabat sempat membuat saya ingin rasanya pulang saja tadi itu yang untungnya tidaklah jadi saya lakukan.

Karena sebuah video tentang para fans LP diputarkan, para personil LP mulai menampakkan diri, stadion mulai gelap, dan intro sebuah lagu ditampilkan.

Tepat dugaan dan harapan saya beberapa jam sebelum konser dimulai, Papercut adalah pilihan mereka untuk dijadikan lagu pembuka (Fallout ga saya itung, karna instrumetal gitu doang :D). Lagu yang sangat tepat untuk dijadikan pembuka, intro yang catchy dan beat yang asik seketika berhasil memuat saya melupakan kegalauan karna nonton konser ini sendirian. Tak peduli saya sudah dengan sekitar, saya loncat dengan girang dan bernyanyi dengan senang. Namun belum all out tentu saja, saya menyimpan tenaga dan suara untuk beberapa lagu favorit saya lainnya.

Setelah Given Up dan New Devide ditampilkan, muncullah intro salah satu lagu yang paling saya tunggu, Faint. Dulu ketika vidklip lagu ini muncul di tv-tv, saya sering banget beraksi ala vidklipnya di kamar, karna emg vidklipnya diperlihatkan mereka lagi konser gitu namun dishooting dari belakang, jadi nontonnya berasa jadi artis gitu kita, keren. “I Wont Be Ignooreed..!!” saya teriakkan dengan lantang sampai-sampai mas-mas di samping saya terkagum (apa terkaget ya :D) dengan capaian suara saya haha. Ni lagu emang crowd pleaser banget, beatnya yang memang pas untuk loncat-loncat dengan tempo medium berhasil menyihir semua penonton malam tadi untuk ikut loncat massal kayak pocong, awesome!. Setelah itu ditampilkan lagu dari album baru mereka, No More Sorrow, Blackout hingga pidato Martin Luther King Jr itu yang ternyata bersambung dengan lagu selanjutnya yang juga okeh, Iridiscent, OST-nya Transformers 3, cukup keren..saya ikut bernyanyi tentu saja, sampai perut rasanya kram.

Rencana ingin istirahat sehabis Iridiscent tak tercapai, karna yang mereka bawakan ternyata adalah Numb. Not my personal favorite sih namun karna liriknya hapal luar kepala reflekslah saya ikut bernyanyi. Lagu selanjutnyalah Breaking The Habit, ini keren. Setelah Shadow Of the Day muncullah 2 lagu mereka yang menjadi favorit saya sepanjang masa. Crawling yang hampir rasanya membuat urat leher saya putus gegara terlalu semangat ingin mencapai teriakan setinggi Chester, dan One Step Closer yang yang berhasil membuat saya loncat macam orang gila sambil nyanyi dengan sekuat tenaga, basah keringetan dan buka bajulah saya, cool cool cool.

Sepanjang pertunjukan, visual yang menarik ditampilkann di layar, campuran antara footage yang memang sudah disiapkan dari awal, grafis aneh-aneh, videoklip lagu yang sedang dinyanyikan dan siaran langsung konser tersebut ditampilkan dengan sangat keren dan unik. Salut dengan persiapan dan suguhan mereka di konser ini. Soundnya pun sungguh maksimal, saya berada cukup jauh dari panggung namun getaran suara dari speaker masih sangat terasa hingga kadang membuat jantung ikut bergetar. Sehabis One Step Closer mereka pake iseng sembunyi, basi..”we want more” berkumandang, dan mereka kembali dan langsung menggeber lagu yang menjadi favorit saya di album A Thousand Sun, Catalyst. Yang ternyata tidak sekeren bayangan saya kalau ditampilkan live, tak cukup bikin bergoyang.

Chester teh emang sangar ternyata, suaranya itu nyata adanya, teriakannya yang tinggi itu bukanlah hasil olahan digital di album saja, namun benar-benar dahsyat dan seperti tidak ada habisnya itu suara, stabil dan tetap bertenaga. In The End dan What I’ve Done dibawakan tanpa cela. Dan kemudian lagu terakhir yang menjadi lagu pamungkas di konser ini resmi saya jadikan lagu paling jawara, Bleed It Out dan sedikit mash-up dengan Place for My Head serta solo drum Bourdon menjadi suguhan paling digdaya dari band asal amerika ini, aw shit gagal berima.

Dan sungguh ini adalah suguhan konser kelas satu, penampilan bandnya juara, crowd yang dihasilkan maksimal, ibu-ibu berparfum njijii di depan saya pun ikut berteriak kencang bernyanyi. Juara, sungguh juara. Konser terhebat yang pernah saya tonton dah.

foto paling atas saya comot dari blognya mas Luqman, moga-moga tak apa-apa :), klo yang chester mah nyomot di google :D.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: