Transformers: Dark of the Moon

August 9, 2011

Tamparan yang cukup keras saya dapatkan malam ini, tamparan yang harusnya bisa menyadarkan saya kalaulah janganlah lagi percaya apa yang diteriakkan euforia, apa yang tertulis di timeline twitter atau mungkin review di multiply. Transformers…Michael Bay..jelas tidak akan menjanjikan apa-apa, pikiran ini sudah saya tanamkan dalam-dalam. Ekspektasi sudah saya rendahkan, bahkan mungkin sudah saya hilangkan. “Satu jam terakhir yang keren”, kalimat yang muncul berbagai versi susunan kata ini banyak terdengar oleh saya blakangan ini, jadi hanya berdasar kalimat itulah saya menonton film ini. Bagian yang katanya aksi abis-abisan penuh ledakan dan menggetarkan isi bioskop. Blah, tepu.

Apollo 13 ternyata membawa misi tersembunyi ke bulan sana, menyelidiki jatuhnya benda asing di sana yang ternyata adalah kapal daripada pengungsi Cybertronian yang bernama Ark. Rahasia ini tersimpan rapi sampai akhirnya musti dibuka lagi karna Decepticon diketahui mengincar reruntuhan kapal itu yang ternyata berisi Sentinel Prime dan 5 pilar yang katanya bisa menjadi alat teleportasi bla bla bla bla… Megatron masih idup ternyata, sedikit demi sedikit mengumpulkan kekuatan perang.

Sam Witwicky pengangguran, tak bisa pamer kalau dia pernah nyelamatin bumi, namun bisa pamer punya pacar seamboy Carly, pantatnya mantap pas naik tangga itu, bohay. Ini cewe kerja di galeri mobil kepunyaan Dylan, bos perlente yang menang segala-galanya dibanding Sam, cemburulah dia, merasa tak guna.

Rahasia tentang bulan disimpan rapi oleh beberapa orang, ada orang amrik ada orang rusia, satu persatu mati. Sampai akhirnya Sam dapat petunjuk apa yang tengah dan akan menimpa bumi kita tercinta ini. Jadi jagoanlah ia sekali lagi. Muncullah sekuens aksi 30 menitan itu, gedung-gedung hancur, dah kayak film 2012 itu lho. Berantakan parah.

Namun itulah, banyak hal yang bisa diceritakan ini tersusun dengan sangat berantakan, what the fuck is going on berkali-kali terlontar dari mulut saya. Tak ada integrasi yang menarik yang menghubungkan elemen-elemen itu, tak ada hal yang membuat saya percaya akan ketidakmasukakalan hal-hal yang diceritakan, tak ada peduli sama sekali saya akan karakter-karakter yang ada di film ini, tak ada motivasi untuk turut bersedih saya ketika Sam mau pisah ama Bee walaupun itu bocah dah bercucuran air mata. Oleh karnanya, script officially sucks, film ini tak punya jiwa sama sekali.

Aksi mah sebelas dua belas. Hanya sekedar baku hantam belaka, tak ada ketegangan sama sekali. Hanya pamer slow motion dan efek 3d mutakhir, bertele-tele, setiap langkah para aktor dan robot serasa musti ditampilin. Digeber aksi melulu adalah salah besar lho, seperti mendengar sebuah bagian reff dari sebuah lagu yang terus menerus diulang, kayak dangdut itu lho, bikin capek dan jengah. Dan aksi yang suangat lama ini tidaklah pulak disertai perkembangan karakter yang mumpuni, makin mbosenin lah dia.

Shia LaBeouf makin ga sadar diri, guyonan ngomong cepat itu sudah basi, ga lucu lagi. Rosie Huntington-Whiteley masyaallah…subhanallah…kehilangan kata-kata saya tentang betapa buruk aktingnya dia, menakin pun lebih jago kayaknya dibanding dia. Jadi setuju kata Lou Lumenick, akting ni cewe pirang membuat Megan Fox terlihat seperty Meryl Streep. Tapi (pasti pada tau ni mengarah kemana ) ni cewe emang hot sungguh, so sialanlah kau jason statham, beruntung bener lu haha.

Salah satu film terburuk 2011.

and oh, i miss Megan Fox so much

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: