Incubus : If Not Now, When? World Tour 2011-2012

July 27, 2011

Oke mungkin akan saya jelaskan lebih awal kenapa ini review hanya mentok di bintang ketiga. Satu bintang hilang karena Incubus tidak membawakan lagu New Skin, satu lagi bintang hilang karena Incubus tidak membawakan lagu yang menurut saya sangatlah fatal, karna berjudul sama dengan tajuk konser dunianya kali ini, If Not Now, When?. Alasan yang sangat personal memang, karna sepertinya tadi malam itu hanya saya yang meneriakkan “New Skin!! New Skin!” ataupun “If Not now, When?”. Mungkin tak banyak yang menantikan 2 lagu itu, mereka lebih menantikan lagu semacam Anna Molly, Love Hurts, Nice To Know You, ect. Beda dengan saya.

New Skin adalah alasan kenapa saya sangat suka Incubus, S.C.I.E.N.C.E. adalah album mereka yang menurut saya paling keren dan keras, mendengar pertama kali jaman SMP dulu di radio, penasaran siapa yang meracau begitu keren dengan latar musik funk rock keras dengan sentuhan turntable nan apik membuat saya selalu menunggu-nunggu lagu itu muncul lagi di radio, tak lama kemudian saya malah melihat vidklipnya di MTv, yang diambil dari salah satu konsernya, Kilmore yang menggila menggesek turntablenya, Einziger yang begitu fokus ama gitarnya, dan Boyd yang seperti sakau, memejamkan mata sambil menengadah dan memukul2 jembe yang dijepitkan di pahanya . Subhanallah, sebuah kesempurnaan penampilan live, semenjak itulah saya mewajibkan diri setidaknya sekali seumur hidup menonton aksi mereka live, untuk mendengar dan melihat lagu ini dimainkan langsung.

If Not Now, When? adalah lagu deretan pertama di album terbarunya berjudul sama. Kali pertama saya mendengar suara panjang Brandon Boyd di kata “Evereessttt” sudah berhasil membuat saya ternganga. Saya memang sudah jadi pengagum suara paling maskulin sedunia ini sedari lama, namun setelah mendengar ini lagu, saya semakin yakin menjadikan ia sebagai salah satu dewa di dunia tarik suara. Dan saya sudah menyimpan suara dari awal konser hanya  untuk bisa berteriak bersama Boyd menyanyikan lagu yang saya yakin akan membuat kehabisan nafas dan suara ini.

Dan untuk penampilannya konsernya secara keseluruhan, tak dapat dipungkiri Incubus adalah band dunia kelas A. Mereka terlihat begitu santai, berpengalaman, dan langsung merebut hati penonton dengan menggeber Megalomaniac. Teriakan dan koor massal menjadi begitu mendominasi di area penonton. Sebagai band berkualitas tinggi yang sudah lahir di medio 90an, tak heran mereka sudah mempunyai basic fans yang fanatik. Gerakan-gerakan tangan ala Boyd yang selalu menjadi ciri khasnya ketika live dengan begitu fasihnya diikuti oleh para penonton. Wish You Were Here menjadi lagu selanjutnya yang mereka bawakan, teriakan semakin menggila.

Hampir dua jam dengan set list yang sangat aman, dengan panggung yang terlebih dahulu digelarkan karpet turki yang menjadi ciri khas mereka. Brendon Boyd, DJ Kilmore, Mike Eizenger, Jose Pasilla II dan Ben Kenney menampilkan penampilan terbaik mereka. Gerakan atraktif Boyd tentu saja seperti biasa, jadi magnet tersendiri buat penonton yang kadang ikut2an gerakan dia, dan jangan tanya dah ketika dia membuka kemejanya dan menyisakan kaos buntung ampe pinggang bertuliskan “Make Believe Not war”, histeria para penontn wanita ga jauh beda ama gadis-gadis abege bau matahari ketika ngeliat Bieber atau Sm*sh nampil. “Open your shirt!”, “Where is my braa..!!” dan semacamnya berulang terdengar dari belakang saya, cuman saya sepertinya yang berteriak “Open your Pants!” atau “Oi Brandon, puting lo keliatan!!”.

Komunikatif sepertinya memang bukan kebiasaan band ini, tak ada sama sekali sapaan yang lebih akrab melainkan hanya “hello jakarta” “we miss you”, mereka hanya melakukan rutinitas mereka, menghibur penonton dengan membawakan lagu-lagu campuran dari lagu di album lama dan album baru, dengan sangat perfect dan profesional. Para pengarah tempo, Kenney dan Pasillas berkolaborasi sangat kuat membawakan mood konser ini, Eizinger berkali-kali berganti gitar tentu saja untuk memberikan sound yang cocok dengan lagu yang ingin dibawakan, sekali dia ada pake piano gitu. Kilmore anteng di set turntablenya, sibuk mengatur sound-sound yang pas sebagai pelengkap lagu yang dilantunkan dengan sangat bertenaga oleh si suara dewa, Brandon Boyd. Nice To Know You menutup pertunjukan live mereka dengan hebat.

Dan untuk gadis berkutang oren nan unyu, kok pulang duluan sih? kan ingin foto bareng saya 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: