Harry Potter and the Deathly Hallows Part 1
November 28, 2010

Mungkin alasan yang dipublish ke umum tentang kenapa Deathly Hallows dibagi menjadi 2 bagian adalah untuk memuaskan die hard fans serial ini, ingin menceritakan semua yang ada di buku ratusan halaman itu sehingga tak ada yg terlewatkan yang kemudian bisa membuat fans beratnya marah. Namun setelah menonton part 1 ini, saya yakin seyakin-yakinnya, ini hanya akal-akalan semata produser yang ingin mengeruk untung dobel dari seri terakhir franchise ini, terlalu banyak flashback, terlalu banyak cerita yang bertumpuk, terlalu lambat dan bertele-tele, dan yang paling utama, terlalu banyak waktu saya yang terbuang. 2 setengah jam dan yang saya dapat hanyalah cerita yang datar dan membosankan.
Keputusan yang salah menurut saya yang dilakukan oleh screenwriter Steve Kloves, menulis ulang apa yang terdapat di buku dan menampilkannya di layar bioskop. Kita mengikuti pencarian sisa Horcrux 3 sahabat ini melintasi Inggris untuk menghancurkannya. Kita mengikuti pelarian mereka dari acara pernikahan itu, kita melihat mereka mulai bertengkar, berdiskusi, berkemah, menari bla bla bla. what you read is what you get, dan itulah kenapa part 1 ini membosankan. Karna ketika membaca imajinasi kita bermain dan itu jadi kesenangan tersendiri. RincianĀ tambahan, sifat karakter, detail setting adalah suatu kekayaan tersendiri sebuah sastra. Sedangkan ketika saya menonton film ini, imajinasi yg tadi saya bayangkan itu sudah tertuang di layar dan saya hanya menyaksikannya saja, tidak ada lagi yang bisa saya lakukan, sehingga ia menjadi membosankan. Maaf kalau score tidak terlalu berhasil membuat saya menganggap ini dark, maaf juga sinematografernya juga tidak begitu hebat menggambarkan suasana dramatis menurut saya, semua ini hanya karna saya sudah kadung kebosanan sepanjang film. Dan sungguh, adegan dansa itu ketika di buku terbayang sangat manis, namun di film kok ya canggung pisan.
David Yates mempertahankan gaya gothic yang dia bawa dari film sebelumnya, menyesuaikan dengan basic cerita yang mulai memasuki masa-masa kelam. Voledemort sudah menginfiltrasi kementrian dan mendirikan pemerintahan baru, memerangi muggle dan menduduki Hogwarts. Potter dan konco-konconya malah memasuki kantor kementrian untuk mencari horcrux. Dan mengapa juga ini saya nulis sinopsisnya padahal semua umat udah hapal luar dalam tentang ceritanya zzz.
Daniel Radcliffe tentu saja seperti biasa, selalu termenung dan dikit-dikit khawatir, entah emang karakternya yang ga berkembang selama 7 buku atau memang akting dia yang ga berkembang setelah hampir 10 tahun. Rupert Grint malah cukup bagus terlihat, karakternya sebagai Ron wesley yang memang jadi sangat pencemburu dan pemarah gegara pengaruh liontin itu berhasil dia bawakan dengan baik. walau ekspresi dibawah pengaruh liontin itu mau ga mau mengingatkan saya akan pengaruh The One Ring terhadap Frodo haha. Emma watson, aduh..nulis namanya aja saya dah deg-degan, dia yang sungguh sangat culun di Sorcorers Stone sekarang sudah menjadi cewe yang sangat..omg, speechless gw.. gorgeous!, splendid! magnificent! beautiful!!. Namun sayang, Bill Nighty, Helena Bonham carter, Ralph Fiennes yang seharusnya memberikan jaminan penampilan akting yang sempurna, hanya tampil sedikit disini. Scene stealer malah diambil oleh bukan manusia, tapi seorang peri rumah bernama Dobby. Penampilannya yang singkat berhasil menghilangkan rasa kebosanan saya barang sejenak.
And am pretty sure right now that Emma Watson is a goddess
4/10
November 28, 2010 at 12:18 pm
yeah, Emma Watson emang hot! (yg paling penting dari film ini hehe)
November 28, 2010 at 12:29 pm
banget!! sumpah dah tu cewe…arghhh
November 28, 2010 at 12:27 pm
hehee..,, makin yakin ga mau nonton pelem ini..,, ;D
November 28, 2010 at 12:30 pm
haha…ada yg belum nntn ternyata, kirain gw doang yg belum nntn kmrn haha
November 28, 2010 at 12:42 pm
males ard, gian wes ga punya banyak waktu senggang…,, ;’(
November 28, 2010 at 4:19 pm
Butt, cmiiw, kalo ga salah inget, there’s no dancing scene on the book.. kurasa itu tambahan Yates sendiri.
i love this movie, bagian yang menurutku mengecewakan, hanya Kreacher yang tidak ada pergantian emosi, dan dobby yang kurang mengharukan.
sisanya, well mixed in a nice warm soup.
November 28, 2010 at 11:22 pm
ah right…itu tak ada, mksdya itu tadi mo nulis kebayang harusnya jadi manis, my bad
iya..kreachernya kurang berdistribusi, padahal dia juga karakter penting di buku. glad that you like it hehe